Alergi tidak hanya terjadi ketika bersentuhan
langsung dengan deterjen saat mencuci, tetapi juga ketika memakai pakaian yang
dicuci menggunakan deterjen penyebab alergi. Penyebab utama alergi deterjen
adalah bahan kimia yang terkandung di dalamnya yang bertindak sebagai iritan
pada kulit.
Umumnya, jenis bahan
kimia yang bertanggung jawab memicu alergi meliputi pewarna, pewangi, dan agen
pemutih. Residu bahan kimia tersebut tetap berada dalam kain setelah dicuci dan
menyebabkan reaksi alergi pada kulit. Orang-orang yang memiliki kulit sangat
sensitif berada pada risiko lebih tinggi mengalami jenis alergi ini.
Gejala Alergi Deterjen
Gejala alergi
biasanya muncul segera setelah kontak dengan alergen (deterjen). Namun
kadang-kadang gejala baru muncul satu atau dua hari kemudian. Gejala alergi
terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap komponen deterjen tertentu
berbahaya sehingga memicu tubuh melepaskan antibodi seperti histamin.
Akibatnya, tubuh merespon dengan gejala inflamasi untuk menghilangkan alergen.
Alergi deterjen umumnya terjadi pada kulit. Awalnya, rasa gatal dirasakan pada
semua bagian kulit yang terkena deterjen. Kulit mungkin mengalami iritasi dan setelah beberapa waktu menjadi
kering dan bersisik. Kulit yang terus menerus terpapar alergen akan mengalami
peradangan berupa warna kemerahan dan ruam. Ruam terasa menyengat atau seperti
terbakar serta lunak ketika disentuh. Jika dibiarkan, ruam akan melepuh dan
berisi cairan.
Larutan deterjen yang
masuk ke mata akan mengiritasi selaput lendir yang menyebabkan mata merah dan
gatal. Dalam beberapa kasus, sistem pernafasan mungkin terpengaruh oleh uap
deterjen sehingga menyebabkan hidung tersumbat, pilek, dan mengi.
Pengobatan Alergi Deterjen
Langkah pertama
pengobatan ditujukan untuk meredakan gejala alergi deterjen yang mengganggu.
Antihistamin untuk aplikasi topikal bisa diberikan pada ruam kulit. Jika
kondisi ruam parah, maka krim kulit kortikosteroid bisa digunakan untuk
mengurangi peradangan.
Lotion calamine akan
sangat membantu dalam meredakan iritasi kulit. Selain obat-obatan, ruam kulit
yang menyengat bisa dikurangi dengan kompres dingin selama 20 menit.
Bungkus es batu
dengan handuk lembut dan letakkan diatas kulit yang terpengaruh. Tidak semua
merk deterjen menyebabkan alergi. Seseorang mungkin mengalami alergi ketika
menggunakan merk tertentu tetapi tanda alergi tidak muncul saat menggunakan
merk lain.
Alergi deterjen bukan
merupakan masalah kesehatan yang serius dan tidak menimbulkan kondisi yang
mengancam jiwa. Namun, Anda tentu tidak ingin terus-menerus mengalami
gejala-gejala yang mengganggu. Untuk alasan ini, pencegahan adalah sebuah
keharusan. Ganti merek deterjen Anda segera setelah mengalami gejala alergi.
Selalu gunakan sarung
tangan saat mencuci menggunakan deterjen. Untuk memastikan residu deterjen
benar-benar hilang, selalu bilas pakaian Anda setidaknya dua kali untuk
mencegah alergi.

0 komentar:
Posting Komentar